Chapter 4 : VEGETA BERMAIN KARTU
Disisi lain Rigor sedang bersiap untuk memulai serangan terhadap Vegeta. Vegeta hanya bisa diam dan terpaku. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan Vegeta saat itu. Akhirnya, Rigor melesat secepat kilat dan menendang bagian wajah Vegeta hingga Vegeta mental. Sebelum tubuh Vegeta mendarat, Rigor menyempatkan diri untuk menangkap kaki Vegeta dan membantingnya ke tanah dengan kuat. Merasa belum cukup menyiksa Vegeta, Rigor mendaratkan sebuah pukulan yang terlalu kuat bagi Vegeta hingga membuat Vegeta muntah darah. Suatu pukulan super kuat yang mungkin belum pernah dirasakan Vegeta selama ini. Melihat darah segar yang keluar dari mulut Vegeta cukup banyak, Rigor semakin terlihat kesetanan. Rigor mengambil kaki Vegeta sekali lagi dan melemparkannya ke langit. Rigor kemudian menyusul tubuh Vegeta yang masih terbang di langit tersebut dan kembali melepaskan pukulan yang kuat ke wajah Vegeta hingga membuat tubuh Vegeta mendarat ke bumi dengan keras.
Melihat pertarungan Rigor vs Vegeta saat itu dapat diibaratkan seperti David vs Goliath. Pertarungan yang sangat berat sebelah karena Rigor sama sekali terlihat belum serius bahkan wujud Rigor masih berupa wujud normal sedangkan Vegeta sudah dalam wujud super saiyan 4. Rigor sangat kecewa melihat Vegeta yang sudah babak belur padahal dia mengharapkan Vegeta dapat berubah wujud menjadi sangat kuat dan dapat membuat dirinya bangga. Rigor merasa Vegeta terlalu lemah dan tidak pantas menjadi pangeran saiyan di Planet Vegeta. Tiba-tiba Rigor mendapat serangan jurus dari belakang, ada seseorang yang datang. Ya, dia adalah Piccolo yang datang untuk membantu vegeta. Meskipun begitu, Rigor cukup terkesan dengan jurus yang baru saja dikeluarkan oleh Piccolo barusan. Rigor sadar, bahwa Piccolo datang untuk membantu Vegeta dan mengganggu pertarungan dirinya melawan Vegeta.
Ketika masih bercakap-cakap dengan Piccolo, sebuah tendangan mendarat cukup keras ke wajah Rigor hingga membuat Rigor terpental cukup jauh dan menabrak batu-batu karang sampai hancur. Ternyata, ada seseorang lagi yang datang. Tak lain tak bukan, dia adalah Goten yang datang untuk membantu Piccolo dan Vegeta. Melihat suaminya terpental cukup jauh, Separi justru merasa bahwa pertarungan akan jadi semakin menarik dengan kedatangan orang saiyan dan orang namek tersebut. Tetapi dia heran melihat salah satu dari kedua orang itu dapat berubah wujud menjadi super saiyan karena saat itu wujud Goten sudah dalam wujud super saiyan. Disisi lain Piccolo memberitahu Vegeta bahwa Goten sedang mengulur-ulur waktu agar Vegeta dapat memulihkan tenaga kembali. Sayang, Rigor telah berdiri di hadapan mereka bertiga. Rigor cukup terkesan dengan pukulan yang diberikan Goten tadi kepadanya. Tetapi seperti Separi, Rigor juga terkejut bahwa ternyata masih ada orang saiyan yang masih hidup selain dirinya dan vegeta. Dia benar-benar ingin tahu apa ada lagi orang saiyan yang masih hidup.
Merasa dirinya diganggu dalam pertarungan melawan vegeta, Rigor memutuskan akan mengakhiri riwayat mereka bertiga. Mendengar pernyataan seperti itu, Piccolo, Goten, dan juga Vegeta langsung berunding karena mereka menyadari bahwa kekuatan mereka masih kalah jauh dengan kekuatan yang dimiliki oleh Rigor. Menyerang secara bersama-sama adalah alternatif yang diberikan oleh Vegeta kepada Piccolo dan Goten. Menurutnya, hanya itulah cara satu-satunya yang sangat mungkin untuk mengalahkan Rigor. Selagi sedang mencari cara untuk mengalahkan Rigor, Trunks datang walaupun agak terlambat. Trunks langsung terkejut setelah melihat Rigor karena Trunks merasakan pancaran tenaga Rigor yang sangat luar biasa. Melihat reaksi Trunks seperti itu, Vegeta menjelaskan jatidiri Rigor kepada Trunks. Akhirnya, Rigor sengaja memberikan waktu kepada mereka untuk berunding selama 41 menit dan setelah itu, Rigor akan langsung menghabisi riwayat mereka semua. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk mengalahkan Rigor saat itu. Akhirnya, Vegeta memutuskan akan menggunakan sebuah jurus baru yang diyakininya dapat memusnahkan Rigor. Tetapi dia membutuhkan waktu untuk memulihkan kembali kekuatan penuhnya. Rigor hanya bisa tersenyum melihat mereka yang sedang membuat sebuah rencana.
Disisi lain Rigor sedang bersiap untuk memulai serangan terhadap Vegeta. Vegeta hanya bisa diam dan terpaku. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan Vegeta saat itu. Akhirnya, Rigor melesat secepat kilat dan menendang bagian wajah Vegeta hingga Vegeta mental. Sebelum tubuh Vegeta mendarat, Rigor menyempatkan diri untuk menangkap kaki Vegeta dan membantingnya ke tanah dengan kuat. Merasa belum cukup menyiksa Vegeta, Rigor mendaratkan sebuah pukulan yang terlalu kuat bagi Vegeta hingga membuat Vegeta muntah darah. Suatu pukulan super kuat yang mungkin belum pernah dirasakan Vegeta selama ini. Melihat darah segar yang keluar dari mulut Vegeta cukup banyak, Rigor semakin terlihat kesetanan. Rigor mengambil kaki Vegeta sekali lagi dan melemparkannya ke langit. Rigor kemudian menyusul tubuh Vegeta yang masih terbang di langit tersebut dan kembali melepaskan pukulan yang kuat ke wajah Vegeta hingga membuat tubuh Vegeta mendarat ke bumi dengan keras.
Melihat pertarungan Rigor vs Vegeta saat itu dapat diibaratkan seperti David vs Goliath. Pertarungan yang sangat berat sebelah karena Rigor sama sekali terlihat belum serius bahkan wujud Rigor masih berupa wujud normal sedangkan Vegeta sudah dalam wujud super saiyan 4. Rigor sangat kecewa melihat Vegeta yang sudah babak belur padahal dia mengharapkan Vegeta dapat berubah wujud menjadi sangat kuat dan dapat membuat dirinya bangga. Rigor merasa Vegeta terlalu lemah dan tidak pantas menjadi pangeran saiyan di Planet Vegeta. Tiba-tiba Rigor mendapat serangan jurus dari belakang, ada seseorang yang datang. Ya, dia adalah Piccolo yang datang untuk membantu vegeta. Meskipun begitu, Rigor cukup terkesan dengan jurus yang baru saja dikeluarkan oleh Piccolo barusan. Rigor sadar, bahwa Piccolo datang untuk membantu Vegeta dan mengganggu pertarungan dirinya melawan Vegeta.
Ketika masih bercakap-cakap dengan Piccolo, sebuah tendangan mendarat cukup keras ke wajah Rigor hingga membuat Rigor terpental cukup jauh dan menabrak batu-batu karang sampai hancur. Ternyata, ada seseorang lagi yang datang. Tak lain tak bukan, dia adalah Goten yang datang untuk membantu Piccolo dan Vegeta. Melihat suaminya terpental cukup jauh, Separi justru merasa bahwa pertarungan akan jadi semakin menarik dengan kedatangan orang saiyan dan orang namek tersebut. Tetapi dia heran melihat salah satu dari kedua orang itu dapat berubah wujud menjadi super saiyan karena saat itu wujud Goten sudah dalam wujud super saiyan. Disisi lain Piccolo memberitahu Vegeta bahwa Goten sedang mengulur-ulur waktu agar Vegeta dapat memulihkan tenaga kembali. Sayang, Rigor telah berdiri di hadapan mereka bertiga. Rigor cukup terkesan dengan pukulan yang diberikan Goten tadi kepadanya. Tetapi seperti Separi, Rigor juga terkejut bahwa ternyata masih ada orang saiyan yang masih hidup selain dirinya dan vegeta. Dia benar-benar ingin tahu apa ada lagi orang saiyan yang masih hidup.
Merasa dirinya diganggu dalam pertarungan melawan vegeta, Rigor memutuskan akan mengakhiri riwayat mereka bertiga. Mendengar pernyataan seperti itu, Piccolo, Goten, dan juga Vegeta langsung berunding karena mereka menyadari bahwa kekuatan mereka masih kalah jauh dengan kekuatan yang dimiliki oleh Rigor. Menyerang secara bersama-sama adalah alternatif yang diberikan oleh Vegeta kepada Piccolo dan Goten. Menurutnya, hanya itulah cara satu-satunya yang sangat mungkin untuk mengalahkan Rigor. Selagi sedang mencari cara untuk mengalahkan Rigor, Trunks datang walaupun agak terlambat. Trunks langsung terkejut setelah melihat Rigor karena Trunks merasakan pancaran tenaga Rigor yang sangat luar biasa. Melihat reaksi Trunks seperti itu, Vegeta menjelaskan jatidiri Rigor kepada Trunks. Akhirnya, Rigor sengaja memberikan waktu kepada mereka untuk berunding selama 41 menit dan setelah itu, Rigor akan langsung menghabisi riwayat mereka semua. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk mengalahkan Rigor saat itu. Akhirnya, Vegeta memutuskan akan menggunakan sebuah jurus baru yang diyakininya dapat memusnahkan Rigor. Tetapi dia membutuhkan waktu untuk memulihkan kembali kekuatan penuhnya. Rigor hanya bisa tersenyum melihat mereka yang sedang membuat sebuah rencana.

1 komentar:
Lanjutanya gan