Chapter 3 : PENDIRIAN TERAKHIR VEGETA
Disisi lain, Vegeta sudah merasa putus asa melawan Rigor. Dia merasa tidak mempunyai kesempatan untuk menang. Sama sekali tak disangka olehnya bahwa Rigor mempunyai kekuatan yang luar biasa. Walaupun begitu, Vegeta tidak mau menyerah. Dia akan mencoba mengeluarkan seluruh kekuatannya sekali lagi. Tak lama kemudian, dia pun berubah dan mengeluarkan 100% kekuatannya sehingga membuat Separi semakin takjub karena daya tempur Vegeta semakin naik dan terus bertambah. Namun hal itu tidak membuat Rigor takut, justru dia tersenyum melihat perubahan wujud Vegeta. Vegeta semakin muak melihatnya sehingga dia melancarkan sebuah jurus ke arah Rigor dengan tenaganya yang dahsyat. Tetapi Rigor sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dia justru menerima serangan itu dengan telak.
Di tempat lain, Piccolo dan Goten masih merasa samar-samar merasakan pancaran tenaga Vegeta. Akhirnya, mereka dapat merasakan pancaran tenaga Vegeta berkat jurus yang baru saja dikeluarkan Vegeta untuk memusnahkan Rigor. Mereka pun menyusul Vegeta dengan segera.
Sesaat, Vegeta merasa senang karena merasa dirinya akhirnya mampu melenyapkan Rigor. Sayang, harapan tinggal harapan, samar-samar Vegeta melihat tubuh Rigor yang masih berdiri kokoh di tempatnya. Vegeta sangat tidak dapat percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu karena Rigor tidak terluka sedikit pun. Padahal Vegeta sudah mengeluarkan jurus tersebut dengan 100% kekuatannya. Betul-betul mimpi buruk buat Vegeta. Rigor hanya bisa tersenyum melihat wajah Vegeta yang sedang ketakutan. Sebenarnya Rigor sangat kecewa dengan Vegeta karena dari semula Rigor mengharapkan pertarungan yang berjalan seimbang dan tidak berat sebelah seperti itu bahkan Rigor mengira dirinyalah yang akan babak belur dalam pertarungan tersebut.
Vegeta semakin hilang akal dan frustasi. Dia kembali mengerahkan kekuatan penuhnya dan mengeluarkan jurus yang dahsyat ke arah Rigor sekali lagi. Hal itu membuat Separi semakin khawatir dengan suaminya karena daya tempur Vegeta semakin naik sewaktu mau mengeluarkan jurus tersebut. Kali ini, Rigor tidak menerima serangan Vegeta dengan telak seperti tadi tetapi Rigor justru dapat menghalau serangan Vegeta tersebut dengan menendangnya ke luar angkasa. Melihat jurusnya dapat ditendang dengan mudahnya oleh Rigor, vegeta semakin terpana. Dia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Padahal Vegeta sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya dalam pertarungan tersebut. Disisi lain, daya tempur Vegeta semakin menurun secara drastis setelah mengeluarkan jurus tersebut. Hal itu disadari oleh Rigor dan Separi.
Rigor semakin bosan dengan pertarungan tersebut. Dia memutuskan akan mengakhiri pertarungan itu dengan segera. Seakan mengulur waktu dan menunggu bantuan datang, Vegeta kembali menanyakan hal yang sama kepada Rigor. Suatu pertanyaan yang membuat Rigor semakin membenci Vegeta. Mengapa Rigor tidak segera membunuhnya dan apa sebenarnya tujuan Rigor ke bumi? Hal itulah yang dikatakan Vegeta kepada Rigor. Akhirnya, Rigor menjelaskan kepada Vegeta sekali lagi bahwa dia sangat membencinya karena ayahnya lebih memilih Vegeta daripada dirinya. Padahal dia adalah pangeran saiyan sesungguhnya bahkan ayahnya berniat membunuhnya sewaktu masih bayi agar Vegeta dapat menjadi penerus tahta ayahnya. Setelah puas menjelaskan semua itu kepada Vegeta, dia bersiap untuk membinasakan Vegeta untuk selama-lamanya. Tetapi 2 pancaran tenaga semakin mendekati mereka. Siapa lagi kalau bukan Piccolo dan Goten!!
Disisi lain, Vegeta sudah merasa putus asa melawan Rigor. Dia merasa tidak mempunyai kesempatan untuk menang. Sama sekali tak disangka olehnya bahwa Rigor mempunyai kekuatan yang luar biasa. Walaupun begitu, Vegeta tidak mau menyerah. Dia akan mencoba mengeluarkan seluruh kekuatannya sekali lagi. Tak lama kemudian, dia pun berubah dan mengeluarkan 100% kekuatannya sehingga membuat Separi semakin takjub karena daya tempur Vegeta semakin naik dan terus bertambah. Namun hal itu tidak membuat Rigor takut, justru dia tersenyum melihat perubahan wujud Vegeta. Vegeta semakin muak melihatnya sehingga dia melancarkan sebuah jurus ke arah Rigor dengan tenaganya yang dahsyat. Tetapi Rigor sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dia justru menerima serangan itu dengan telak.
Di tempat lain, Piccolo dan Goten masih merasa samar-samar merasakan pancaran tenaga Vegeta. Akhirnya, mereka dapat merasakan pancaran tenaga Vegeta berkat jurus yang baru saja dikeluarkan Vegeta untuk memusnahkan Rigor. Mereka pun menyusul Vegeta dengan segera.
Sesaat, Vegeta merasa senang karena merasa dirinya akhirnya mampu melenyapkan Rigor. Sayang, harapan tinggal harapan, samar-samar Vegeta melihat tubuh Rigor yang masih berdiri kokoh di tempatnya. Vegeta sangat tidak dapat percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu karena Rigor tidak terluka sedikit pun. Padahal Vegeta sudah mengeluarkan jurus tersebut dengan 100% kekuatannya. Betul-betul mimpi buruk buat Vegeta. Rigor hanya bisa tersenyum melihat wajah Vegeta yang sedang ketakutan. Sebenarnya Rigor sangat kecewa dengan Vegeta karena dari semula Rigor mengharapkan pertarungan yang berjalan seimbang dan tidak berat sebelah seperti itu bahkan Rigor mengira dirinyalah yang akan babak belur dalam pertarungan tersebut.
Vegeta semakin hilang akal dan frustasi. Dia kembali mengerahkan kekuatan penuhnya dan mengeluarkan jurus yang dahsyat ke arah Rigor sekali lagi. Hal itu membuat Separi semakin khawatir dengan suaminya karena daya tempur Vegeta semakin naik sewaktu mau mengeluarkan jurus tersebut. Kali ini, Rigor tidak menerima serangan Vegeta dengan telak seperti tadi tetapi Rigor justru dapat menghalau serangan Vegeta tersebut dengan menendangnya ke luar angkasa. Melihat jurusnya dapat ditendang dengan mudahnya oleh Rigor, vegeta semakin terpana. Dia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Padahal Vegeta sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya dalam pertarungan tersebut. Disisi lain, daya tempur Vegeta semakin menurun secara drastis setelah mengeluarkan jurus tersebut. Hal itu disadari oleh Rigor dan Separi.
Rigor semakin bosan dengan pertarungan tersebut. Dia memutuskan akan mengakhiri pertarungan itu dengan segera. Seakan mengulur waktu dan menunggu bantuan datang, Vegeta kembali menanyakan hal yang sama kepada Rigor. Suatu pertanyaan yang membuat Rigor semakin membenci Vegeta. Mengapa Rigor tidak segera membunuhnya dan apa sebenarnya tujuan Rigor ke bumi? Hal itulah yang dikatakan Vegeta kepada Rigor. Akhirnya, Rigor menjelaskan kepada Vegeta sekali lagi bahwa dia sangat membencinya karena ayahnya lebih memilih Vegeta daripada dirinya. Padahal dia adalah pangeran saiyan sesungguhnya bahkan ayahnya berniat membunuhnya sewaktu masih bayi agar Vegeta dapat menjadi penerus tahta ayahnya. Setelah puas menjelaskan semua itu kepada Vegeta, dia bersiap untuk membinasakan Vegeta untuk selama-lamanya. Tetapi 2 pancaran tenaga semakin mendekati mereka. Siapa lagi kalau bukan Piccolo dan Goten!!

0 komentar: